Dissolved Oxygen: Pengertian, Faktor, dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air

oleh | Des 20, 2023 | Alat Uji Lingkungan

Apakah Anda tahu bahwa oksigen yang terlarut dalam air memiliki peran penting bagi kehidupan biota air? Oksigen terlarut atau Dissolved Oxygen (DO) adalah salah satu indikator kualitas air yang harus diperhatikan. Mari kita simak lebih lanjut tentang pengertian, faktor, dan pengaruh DO terhadap kualitas air dalam artikel ini.

Pengertian Dissolved Oxygen

Apa itu Dissolved Oxygen

Apa itu Dissolved Oxygen? Dissolved Oxygen (DO) adalah jumlah oksigen yang terlarut dalam air yang dinyatakan dalam satuan miligram O2 per liter atau ppm (part per million). DO merupakan salah satu parameter penting dalam analisis kualitas air, karena menunjukkan seberapa besar jumlah pencemaran limbah atau aktivitas biologis dalam air. DO juga dibutuhkan oleh semua biota air untuk pernapasan, metabolisme, energi, pertumbuhan, dan perkembangbiakan di dalam air. Baca juga “Cara Menggunakan Alat Pengukur pH/Conductivity/Dissolved Oxygen Mete“.

Faktor yang Mempengaruhi Dissolved Oxygen

Faktor-faktor yang mempengaruhi DO dalam air antara lain adalah:

  • Suhu air: Suhu air berpengaruh terhadap kelarutan oksigen dalam air. Semakin tinggi suhu air, semakin rendah kelarutan oksigen dalam air, dan sebaliknya. Hal ini karena suhu air mempengaruhi gerakan molekul air dan oksigen, serta tekanan uap air.
  • Kedalaman air: Kedalaman air berpengaruh terhadap penetrasi cahaya matahari ke dalam air. Cahaya matahari diperlukan oleh tumbuhan air untuk melakukan fotosintesis, yang menghasilkan oksigen sebagai produk sampingan. Semakin dalam air, semakin sedikit cahaya matahari yang masuk, sehingga semakin sedikit pula oksigen yang dihasilkan oleh tumbuhan air.
  • Kecepatan arus air: Kecepatan arus air berpengaruh terhadap pertukaran oksigen antara air dan udara. Semakin cepat arus air, semakin besar pertukaran oksigen yang terjadi, dan sebaliknya. Arus air yang cepat juga dapat membawa oksigen dari daerah yang kaya oksigen ke daerah yang kurang oksigen.
  • Aktivitas biologis: Aktivitas biologis berpengaruh terhadap konsumsi dan produksi oksigen dalam air. Aktivitas biologis meliputi pernapasan, dekomposisi, fotosintesis, dan respirasi. Pernapasan dan dekomposisi merupakan proses yang mengonsumsi oksigen, sedangkan fotosintesis dan respirasi merupakan proses yang menghasilkan oksigen. Jumlah dan jenis biota air yang ada dalam air akan menentukan seberapa besar aktivitas biologis yang terjadi.
  • Pencemaran limbah: Pencemaran limbah berpengaruh terhadap penurunan DO dalam air. Limbah yang dibuang ke air dapat mengandung bahan organik yang mudah terurai, seperti sampah, kotoran, pestisida, deterjen, dan lain-lain. Bahan organik ini akan menjadi makanan bagi mikroorganisme pengurai, yang akan mengonsumsi oksigen dalam air. Semakin banyak limbah yang masuk ke air, semakin banyak pula oksigen yang terpakai oleh mikroorganisme pengurai. Baca juga “Cara Menggunakan Dissolved Oxygen Meter“.

Pengaruh Dissolved Oxygen Terhadap Kualitas Air

Dissolved Oxygen memiliki pengaruh yang besar terhadap kualitas air, baik dari segi fisik, kimia, maupun biologi. Pengaruh DO terhadap kualitas air antara lain adalah:

  • Pengaruh fisik: DO berpengaruh terhadap warna, bau, dan rasa air. Air yang memiliki DO yang rendah biasanya berwarna keruh, berbau tidak sedap, dan berasa pahit. Hal ini karena adanya proses degradasi anaerobik yang menghasilkan senyawa-senyawa seperti sulfida, amonia, metana, dan lain-lain. Air yang memiliki DO yang tinggi biasanya berwarna jernih, tidak berbau, dan tidak berasa.
  • Pengaruh kimia: DO berpengaruh terhadap keseimbangan kimia dalam air. Air yang memiliki DO yang rendah biasanya bersifat asam, karena adanya peningkatan konsentrasi karbondioksida, hidrogen sulfida, dan asam organik. Air yang memiliki DO yang tinggi biasanya bersifat basa, karena adanya peningkatan konsentrasi hidroksida, karbonat, dan bikarbonat.
  • Pengaruh biologi: DO berpengaruh terhadap kelangsungan hidup dan keanekaragaman biota air. Air yang memiliki DO yang rendah biasanya hanya dapat menampung biota air yang toleran terhadap kondisi anaerobik, seperti bakteri, protozoa, cacing, dan moluska. Air yang memiliki DO yang tinggi biasanya dapat menampung biota air yang membutuhkan oksigen tinggi, seperti alga, fitoplankton, zooplankton, ikan, dan udang.

Demikianlah artikel yang saya buat tentang Dissolved Oxygen: Pengertian, Faktor, dan Pengaruhnya Terhadap Kualitas Air. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda. Terima kasih.

Selain itu disini kami menawarkan kepada anda macam-macam alat yang dapat mengukur atau menguji Dissolved Oxygen (DO) dan untuk alat-alatnya bisa anda lihat dibawah ini:

Sumber artikel:

  1. www.melekperikanan.com
  2. www.dasaguru.com
  3. ardra.biz
Bagikan ke: