Dry Bath: Pengertian, Fungsi, Macam, & Cara Menggunakannya

oleh | Instrument Laboratorium

5/5 - (1 vote)

Dalam pembahsan kali ini disini admin akan menjelaskan kepada anda tentang alat labratorium yaitu yang bernama Dry Bath. Dan untuk penjelasan lengkapnya silahkan anda simak berikut ini pembahasannya.

Dry Bath

Dry Bath adalah alat laboratorium yang digunakan untuk mengendapkan atau mengeringkan sampel biologis atau kimia dengan cara pemanasan. Ini berguna untuk memisahkan zat-zat dari sampel atau untuk mensterilkan sampel sebelum diuji. Mini Dry Bath adalah versi miniatur dari alat ini, biasanya digunakan untuk aplikasi laboratorium yang kecil atau di tempat yang terbatas.

Fungsi Dry Bath

Sebagai alat laboratorium, Dry Bath memiliki beberapa fungsi utama, di antaranya:

  1. Mengendapkan sampel biologis atau kimia dengan cara pemanasan, sehingga zat-zat dapat dipisahkan dari sampel.
  2. Mensterilkan sampel biologis sebelum diuji, dengan cara memanaskan sampel hingga suhu yang dapat membunuh mikroorganisme yang ada di dalamnya.
  3. Mempermudah proses penentuan kadar zat dalam sampel biologis atau kimia, dengan cara memanaskan sampel hingga zat yang akan diuji terpisah dari sampel.
  4. Mengontrol suhu sampel secara tepat dan akurat, sehingga hasil uji yang diperoleh dapat diandalkan.
  5. Mempermudah penanganan sampel di laboratorium, karena Dry Bath dapat digunakan secara mudah dan cepat.

Prinsip Kerja Dry Bath

Prinsip kerja Dry Bath adalah dengan memanaskan sampel biologis atau kimia dengan cara menempatkan sampel dalam cawan atau tabung yang terisi air, dan kemudian memanaskan air tersebut hingga sampel mencapai suhu yang diinginkan. Dry Bath biasanya menggunakan sumber panas yang dapat diatur, seperti heating element atau lampu inframerah, untuk memanaskan air yang ada dalam cawan atau tabung tersebut. Setelah sampel mencapai suhu yang diinginkan, maka Dry Bath akan menjaga suhu sampel tersebut secara konstan, sehingga hasil uji yang diperoleh dapat diandalkan.

Macam-Macam Dry Bath

Ada beberapa jenis Dry Bath yang dapat digunakan di laboratorium, di antaranya:

  1. Dry Bath dengan heating element: Dry Bath jenis ini menggunakan heating element sebagai sumber panas untuk memanaskan air yang ada dalam cawan atau tabung yang berisi sampel. Heating element ini dapat diatur sesuai dengan suhu yang diinginkan, sehingga suhu sampel dapat dikontrol dengan tepat dan akurat.
  2. Dry Bath dengan lampu inframerah: Dry Bath jenis ini menggunakan lampu inframerah sebagai sumber panas untuk memanaskan air yang ada dalam cawan atau tabung yang berisi sampel. Lampu inframerah ini dapat mencapai suhu tinggi dengan cepat, sehingga proses pemanasan sampel dapat dilakukan dengan cepat dan efisien.
  3. Dry Bath dengan pendingin: Dry Bath jenis ini dilengkapi dengan sistem pendingin, sehingga dapat digunakan untuk mengendapkan sampel pada suhu dingin. Ini berguna untuk aplikasi laboratorium yang membutuhkan suhu dingin, seperti pengendapan protein atau enzim.
  4. Dry Bath dengan fungsi shaking: Dry Bath jenis ini dilengkapi dengan fungsi shaking, sehingga dapat digunakan untuk mengocok sampel secara terus-menerus selama proses pemanasan. Ini berguna untuk mempercepat reaksi kimia yang terjadi dalam sampel, atau untuk memperluas cakupan uji yang dilakukan.
  5. Dry Bath mini: Dry Bath jenis ini adalah versi miniatur dari Dry Bath, biasanya digunakan untuk aplikasi laboratorium yang kecil atau di tempat yang terbatas. Dry Bath mini ini biasanya dilengkapi dengan fitur-fitur yang sama dengan Dry Bath biasa, tetapi dalam ukuran yang lebih kecil.
Baca Juga:  Jenis dan Fungsi Muffle Furnace Laboratorium

Cara menggunakan Dry Bath

Untuk menggunakan Dry Bath, pertama-tama Anda perlu menyiapkan sampel biologis atau kimia yang akan diuji, serta cawan atau tabung yang akan digunakan untuk mengendapkan atau mensterilkan sampel tersebut. Langkah-langkah menggunakan Dry Bath adalah sebagai berikut:

  1. Pastikan bahwa Dry Bath telah diatur sesuai dengan suhu yang diinginkan. Jika menggunakan Dry Bath dengan heating element, maka Anda perlu mengatur heating element sesuai dengan suhu yang diinginkan. Jika menggunakan Dry Bath dengan lampu inframerah, maka Anda perlu mengatur intensitas cahaya inframerah sesuai dengan suhu yang diinginkan.
  2. Masukkan sampel yang akan diuji ke dalam cawan atau tabung yang telah disiapkan, kemudian tempatkan cawan atau tabung tersebut di dalam Dry Bath.
  3. Tutup Dry Bath, dan biarkan sampel mengendap atau mensteril selama waktu yang dibutuhkan. Jika menggunakan Dry Bath dengan fungsi shaking, maka Anda perlu mengaktifkan fungsi shaking sebelum menutup Dry Bath.
  4. Setelah sampel mencapai suhu yang diinginkan, maka Dry Bath akan menjaga suhu sampel secara konstan. Anda dapat memantau suhu sampel dengan menggunakan termometer yang terdapat pada Dry Bath, atau dengan menggunakan termometer lain yang tersedia di laboratorium.
  5. Setelah selesai mengendap atau mensterilkan sampel, buka Dry Bath dan ambil cawan atau tabung yang berisi sampel tersebut. Sampel dapat segera diuji atau disimpan sesuai dengan kebutuhan.

Cara merawat Dry Bath

Untuk merawat Dry Bath agar tetap dapat digunakan dengan baik dan lama, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan, di antaranya:

  1. Bersihkan Dry Bath secara rutin setelah setiap pemakaian. Anda dapat membersihkan bagian luar Dry Bath dengan menggunakan kain lembab atau lap yang tidak terlalu basah. Jika bagian dalam Dry Bath terlihat kotor, Anda dapat membersihkannya dengan menggunakan sikat atau spons yang lembut.
  2. Jangan menyimpan sampel yang masih basah dalam Dry Bath setelah pemakaian. Ini dapat menyebabkan karat pada bagian dalam Dry Bath, sehingga dapat menurunkan kinerja alat. Pastikan sampel telah benar-benar kering sebelum disimpan dalam Dry Bath.
  3. Periksa kondisi Dry Bath secara rutin, terutama bagian-bagian yang berhubungan dengan pemanasan atau pendinginan. Pastikan bahwa heating element atau lampu inframerah masih berfungsi dengan baik, dan bahwa sistem pendingin juga dapat bekerja dengan baik. Jika ada bagian yang rusak atau tidak berfungsi dengan baik, segera perbaiki atau ganti bagian tersebut.
  4. Jauhkan Dry Bath dari sumber panas atau api, agar tidak terjadi kebakaran atau kerusakan pada alat. Pastikan Dry Bath diletakkan di tempat yang bersih dan kering, agar alat terhindar dari kotoran atau debu.
  5. Gunakan Dry Bath sesuai dengan petunjuk pemakaian yang disertakan oleh produsen. Jangan mencoba untuk memodifikasi atau mengubah bagian-bagian dari Dry Bath, karena ini dapat menyebabkan kerusakan atau kegagalan pada alat. Jika Anda tidak yakin tentang cara menggunakan atau merawat Dry Bath, sebaiknya bertanya kepada ahli atau teknisi yang berpengalaman.
Baca Juga:  Jual Peralatan Laboratorium Dry Bath Murah

Jual Dry Bath

Nah jika anda yang ingin membeli Dry Bath disini kami menawarkan beberapa produk diantaranya yaitu sebagai berikut:

Nah itulah beberapa alatnya yang kami tawarkan untuk anda. Tunggu apalagi? Miliki alatnya sekarang juga hanya di ENVILIFE yang menyediakan berbagai macam peralatan laboratorium yang lengkap, caranya dengan menghubungi kami melalui kontak yang tersedia di website ini atau dengan mengirim email kepada kami dengan menekan tombol penawaran dibawah ini.

Bagikan ke:

Minta Penawaran Harga dan Spesifikasi

Bagi anda yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait informasi penawaran harga dan spesifikasi secara lengkap silahkan klik tombol berikut ini :

Postingan Terbaru

Hubungi Kami

Segera hubungi kami  sekarang juga dengan mengisi formulir berikut atau menghubungi kami melalui informasi kontak berikut:

6281222418207

info@envilife.co.id

Kutawaringin Industrial Park No. 259 Lt. 2 Sukawangi Kaler, Jelegong, Kec. Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40911

Hubungi Admin dibawah ini untuk mendapatkan penawaran Harga & Spesifikasi lengkap!
//
Admin
081222418207
"Anda akan dialihkan ke WhatsApp dan terhubung dengan Admin. Lihat Informasi kontak lainnya."
Hubungi Kami!