Pengenalan Alat dan Sterilisasi

oleh | Agu 24, 2022 | Instrument Laboratorium

Dalam pembahasan kali ini admin harapkan anda dapat mengenal alat-alat yang akan digunakan dalam praktikum mikrobiologi dan dapat menggunakannya secara benar, dan juga dapat menerapkan macam-macam teknik sterilisasi.

Dasar Teori

Laboratorim mikrobiologi adalah salah satu laboratorium yang wajib ada pada program diploma 3 farmasi karena laboratorium ini sangat menunjang pembuatan peroduk-produk atau sediaan farmasi. Berbagai sediaan obat dan makanan serta minuman yang akan dipasarkan untuk publik memiliki syarat tertentu terhadap cemaran mikroba, bahkan obat-obat steril bebas dari cemaran mikroba dan bahan-bahan lain yang mengancam keselamatan penggunanya.

Selama melakukan kegiatan dalam laboratorium ini harus tetap menjaga keamanan dan keselamatan diri, oleh karena itu tahap pengenalan alat dan proses sterilisasi menjadi amat penting diketahui dan dipahami oleh para mahasiswa yang akan bekerja di dalamnya.Selain penggunaan alat pelindung diri (APD) di laboratorium, mahasiswa juga perlu mengenal dan paham cara penggunakan alat-alat yang biasa digunakan dalam laboratorium mikrobiologi. Beberapa alat laboratorium tersebut meliputi alat-alat yang besar seperti mikroskop, autoklaf, inkubator, oven, lemari pendingin,dan colony counter. Alat-alat lain adalah alat-alat kecil seperti mikropipet, cawan petri, labu erlenmeyer, pipet tetes, pipet ukur, tabung reaksi, gelas ukur, tabung durham, kawat ose/sengkelit, pinset, timbangan dan lain-lain.

Untuk melakukan proses sterilisasi juga diperlukan pengetahuan yang cukup tentang alat dan proses-proses sterilisasi yang akan digunakan atau dipilih. Proses sterilisasi biasanya menggunakan alat-alat dan persyaratan tertentu yang harus dipelajari secara spesifik, apalagi untuk bahan-bahan yang digunakan pada pembuatan sediaan farmasi. Oleh karena itu bab persiapan praktikum ini juga memiliki peran yang penting untuk melakukan tahap-tahap praktikum mikrobiologi berikutnya.

Pengenalan Alat Laboratorium

Alat-alat laboratorium yang umum digunakan dalam praktikum mikrobiologi antara lain mikroskop, autoklaf, oven, inkubator, colony counter, lemari pendingin, hot platestirrer, mikropipet, cawan petri, labu erlenmeyer, pipet tetes, pipet ukur, tabung reaksi, gelas ukur, tabung durham, kawat ose, pinset.

Fungsi dari alat-alat tersebut adalah :

Baca Juga:  Lengkap! Cara Menggunakan Vortex Mixer

1. Mikroskop

Mikroskop: digunakan untuk mengamati mikroorganisme yang sangat kecil ukurannya. Bagian-bagian dari mikroskop cahaya adalah:

  • lensa okuler untuk memperbesar bayangan yang terbentuk oleh lensa objektif,
  • lensa objektif untuk memperbesar specimen,
  • Pengatur focus kasar yaitu skrup untuk menaikkan dan menurunkan meja benda,
  • Pengatur focus halus yaitu skrup untuk menaikkan dan menurunkan meja benda secara halus,
  • Meja benda tempat meletakan specimen,
  • Sumber cahaya,
  • Kondesor cahaya dan penjepit spesimen
Mikroskop

Bagian-bagian dari mikroskop cahaya:

  1. lensa okuler; memperbesar penampakan objek
  2. lensa obyektif; memperbesar objek
  3. meja objek; tempat meletakkan objek
  4. mikrometer; memfokuskan bayangan
  5. penjepit preparat
  6. pengatur intensitas cahaya
  7. cahaya; sumber cahaya

2. Autoklaf

Autoklaf adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi alat, bahan, atau media tertentu dengan menggunakan uap panas pertekanan. Alat ini menggunakan uap air panas bertekanan kira 2 atm(=15 Psi) dengan lama strerilisasi umumnya 15 menit.

Autoklaf

Cara penggunaan autoklaf:

  • isi air sampai batas yang ditentukan
  • masukkan alat/bahan yang akan disterilisasi ke dalam keranjang khusus
  • tutup autoklaf dan kencangkan klep pengaman
  • nyalakan autoklaf
  • atur suhu dan waktu sterilisasi
  • tunggu sampai selesai proses sterilisasi
  • buka katup pengaman agar uap keluar, setelah tekanan turun, buka autoklaf dan keluarkan alat/bahan yang telah steril.

3. Oven

Oven, bagian dari alat yang digunakan untuk sterilisasi dengan metode panas kering. Suhu sterilisasi dengan oven kira-kira 1600 C selama 60 menit. Sterilasasi dengan oven digunakan untuk alat, bahan atau media yang tahan terhadap pemanasan tinggi.

Oven

Oven adalah alat yang digunakan untuk sterilisasi alat dan bahan dengan menggunakan udara kering. Oven digunakan untuk mensterilkan alat-alat gelas seperti Erlenmeyer, cawan petri, tabung reaksi dan gelas lainnya. Lamanya sterilisasi tergantung pada jumlah alat disterilkan dan ketahanan alat terhadap panas.

4. Inkubator

Inkubator merupakan alat yang digunakan untuk menginkubasi mikroba pada suhu tertentu. Inkubator digunakan untuk menumbuhkan bakteri, jamur, dan menyimpan biakan murni pada suhu rendah.Inkubator memiliki sekat kaca antara bagian dalam inkubator dan pintu yang fungsinya untuk melihat biakan mikroba tanpa membuka sekat dalam, sehingga kondisi dalam inkubator tetap terjaga.

Baca Juga:  Perbedaan Natrium Dan Sodium dan Contoh Alat Ujinya
Inkubator

5. Colony counter

Colony counter adalah alat yang digunakan untuk menghitung jumlah koloni bakteri.

Colony counter

6. Lemari pendingin

Lemari pendingin adalah alat yang digunakan untuk menyimpan media atau bahan/spesimen agar isi dan mutu tidak berubah.

7. Kawat ose/loop/sengkelit

Kawat ose/loop/sengkelit adalah alat yang digunakan untuk menanam bakteri dengan cara digores.

Kawat ose/loop/sengkelit

8. Alat-alat lain

Alat-alat lain yang digunakan dalam praktikum seperti alat gelas (erlenmeyer, beaker glass, cawan petri), mikropipet, kaca obyek, lampu bunsen, disc antibiotik, tabung durham,dan lain-lain.

Alat-alat lain

Teknik Sterilisasi

Sterilisasi adalah suatu cara untuk membebaskan alat ataupun bahan dari segala bentuk kehidupan terutama mikrooganisme. Dalam praktikum mikrobiologi sterilisasi dapat dilakukan secara fisik dan kimia, pemilihan cara sterilisasi tergantung pada jenis bahan yang akan disterilkan ataupun bentuk bahan/sediaan yang akan disterilkan.

Jenis Sterilisasi yang biasa digunakan adalah:

  1. Sterilisasi Pemijaran
    Cara ini terutama digunakan untuk sterilisasi kawat ose yang terbuat dari platina ataupun nikrome, dilakukan dengan membakar ose sampai pijar dua sampai tiga kali.
  2. Sterilisasi Udara Kering (Oven)
    Oven umumnya digunakan untuk sterilisasi alat-alat gelas seperti erlemeyer, baker glass, petri dish, dan alat gelas lainnya. Temperatur yang digunakan 150 – 170o C selama minimal 1 jam tergantung jumlah alat yang disterilkan.
  3. Sterilisasi Uap Bertekanan ( Otoklaf)
    Otoklaf merupakan tehnik sterilisasi yang paling efisien, karena adanya uap panas akan memperbesar penetrasi uap air ke dalam sel mikroba dan distribusi panas lebih merata sehingga terjadi koagulasi protein yang mempercepat kematian mikroba. Umumnya digunakan untuk sterilisasi media mikrobiologi, kapas, kertas maupun alat gelas tertentu.
  4. Sterilisasi dengan Penyaringan
    Mekanisme penyaringan berdasarkan perbedaan ukuran partikel , penyaring dibuat memiliki pori yang sangat kecil sehingga cukup untuk menahan bakteri, saringan akan tercemar bakteri sedangkan cairan yang melewatinya bebas bakteri—steril.

Bahan-bahan yang tidak tahan pemanasan seperti serum, darah, toksin, maupun sediaan farmasi yang tidak tahan pemanasan disterilkan dengan menggunakan penyaring bakteri seperti:

  1. Berkefeld filter = penyaring bakteri dari tanah diatomae
  2. Chamberlain Filter = penyaring bakteri dari porselein
  3. Seitz filter = penyaring bakteri dari asbes
  4. Fritted glass filter = penyaring bakteri dari gelas