Pengertian, Contoh, Jenis Limbah dan Cara Mengatasinya

oleh | Tips

5/5 - (15 votes)

Di pembahasan ini admin akan menjelaskan secara lengkap mengenai LIMBAH baik itu pengertian limbah, jenis limbah, jenis limbah berdasarkan wujudnya, jenis limbah berdasarkan sumbernya dan juga bagaimaca cara mengatasi limbah. Untuk itu simak penjelasanya berikut ini.

Pengertian Limbah

Pengertian Limbah

Limbah adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Macam jenis limbah berupa sampah, air kakus (black water), dan air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (grey water)

Sumber: Wikipedia

Nah itu penjelasan singkat mengenai limbah selanjutnya kita akan membahas apa saja jenis jenis limbah berdasarkan sumbernya berikut ini.

Pengertian, Contoh dan Jenis Limbah

Limbah tentunya ada banyak sekali jenis jenisnya dan disini admin akan menjelaskan sebagian apa saja jenis jenis limbah, untuk itu berikut ini adalah jenis jenis limbah dan contoh limbah beserta pengertiannya diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Limbah Organik

Pengertian Limbah Organik:

limbah organik adalah suatu jenis limbah yang dapat terurai secara sempurna oleh suatu proses biologi dan sifatnya juga mudah membusuk dan itu dinamakan limbah organik. Limbah organik ini memiliki 2 jenis yaitu limbah organik basah yang mengandung air dan limbah organik kering yang tidak mengandung air.

Contoh Limbah Organik:

Dan berikut ini adalah contoh dari limbah organik diantaranya sebagai berikut:

  • Sisa makanan
  • Bahan makanan yang membusuk
  • Sayuran dan buah
  • Daun kering
  • Rumput
  • Potongan kayu
  • Kotoran atau tinja

2. Limbah Anorganik

Pengertian Limbah Anorganik:

Limbah anorganik adalah semacam sampah atau sisa bahan yang tidak mudah membusuk yang lazimnya bukan bermula dari hewan dan tumbuhan. Limbah anorganik dapat berupa plastik, botol beling atau kaca, kaleng, kertas, dan pembungkus makanan lainnya.

Contoh Limbah Anorganik:

Untuk contoh limbah anorganik diantaranya adalah sebagai berikut:

  • Plastik
  • Low Density Polyethylene (LDPE) dan Low Linear Density Polyethylene LLDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk jerami, penutup rumah kaca, dan sejenisnya.
  • High Density Polyethylene (HDPE), yaitu jenis plastik pertanian yang dimanfaatkan untuk wadah pestisida ataupun pot pembibitan.
  • Polypropylene (PP), sejenis polimer termoplastik yang dimanfaatkan untuk terpal anyaman, dan sebagainya.
  • Polystyrene (PS), sejenis plastik pertanian polimer hidrokarbon aromatik sintetis yang digunakan untuk wadah atau media pembibitan.
  • Tas Kresek
  • Logam Besi
  • Limbah Baja
  • Pecahan Kaca dan Keramik
  • Air Deterjen
  • Sisa Sabun Mandi
  • Kaleng Alumunium
  • Limbah Tekstil
  • Limbah Minyak
  • Tutup Botol
  • Styrofoam
  • Ban Bekas
  • Berbagai Barang Elektronik
  • Pembuangan Pestisida

3. Limbah B3

Pengertian Limbah B3:

Kata B3 merupakan akronim dari bahan beracun dan berbahaya. Oleh karena itu, pengertian limbah B3 dapat diartikan sebagai suatu buangan atau limbah yang sifat dan konsentrasinya mengandung zat yang beracun dan berbahaya sehingga secara langsung maupun tidak langsung dapat merusak lingkungan, mengganggu kesehatan, dan mengancam kelangsungan hidup manusia serta organisme lainya. Limbah B3 bukan hanya dapat dihasilkan dari kegiatan industri. Kegiatan rumah tangga juga menghasilkan beberapa limbah jenis ini. Beberapa contoh limbah B3 yang dihasilkan rumah tangga domestik) di antaranya bekas pengharum ruangan, pemutih pakaian, deterjen pakaian, pembersih kamar mandi, pembesih kaca/jendela, pembersih lantai, pengkilat kayu, pembersih oven, pembasmi serangga, lem perekat, hair spray, dan batu baterai.

Baca Juga:  Pelajari Manfaat Gas Detector

Contoh Limbah B3:

Limbah B3 terdapat banyak sekali contohnya diantaranya berikut ini:

  • Detergen
  • Hairspray
  • Obat Nyamuk
  • Baterai Bekas
  • Aki Kendaraan

Selain contoh diatas masih banyak lagi contohnya.

Jenis Limbah Berdasarkan Wujudnya

Setelah anda mengetahui pengertian dan jenis limbah selanjutnya yang harus anda ketahui yaitu jenis jenis limbah berdasarkan wujudnya diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Limbah Padat

Menurut UU Nomor 18 Tahun 2008 tentang Pengelolaan Sampah, limbah padat didefinisikan sebagai sisa kegiatan sehari-hari manusia dan/atau proses alam yang berbentuk padat. Sedangkan berdasarkan SNI 19-2454-1991 yang telah diperbaharui dalam SNI 19-2454-2002 tentang Tata Cara Teknik Operasional Pengelolaan Sampah Perkotaan, limbah padat adalah limbah yang bersifat padat terdiri atas bahan organik dan bahan anorganik yang dianggap tidak berguna lagi dan harus dikelola agar tidak membahayakan lingkungan dan melindungi investasi pembangunan.

Kemudian berdasarkan pada Istilah Lingkungan untuk Manajemen, Ecolink 1996, limbah padat merupakan suatu bahan yang terbuang atau dibuang dari sumber hasil aktivitas manusia maupun proses alam yang belum memiliki nilai ekonomis. Dengan demikian, limbah padat merupakan sisa/hasil kegiatan manusia, yang berbentuk organik dan anorganik yang dapat membahayakan lingkungan sehingga diperlukan pengelolaan dan pengolahan yang baik. Limbah Padat dapat dihasilkan dari berbagai jenis kegiatan seperti pemukiman, perkantoran, industri, sekolah, pasar, dan fasilitas umum lainnya. Gambar dibawah ini menunjukkan timbulan limbah padat di DKI Jakarta pada tahun 2005 yang menunjukkan bahwa penghasil limbah padat terbesar adalah pemukiman dan perkantoran.

2. Limbah Cair

Limbah cair merupakan limbah yang dihasilkan dari proses industri yang berwujud cair dan mengandung padatan tersuspensi atau terlarut, akan mengalami proses perubahan fisik, kimia, maupun biologi yang menghasilkan zat beracun dan dapat menimbulkan gangguan ataupun resiko terjadinya penyakit dan kerusakan lingkungan. Oleh karena itu limbah cair yang yang dhasilkan dari kegiatan industri sablon dapat mengandung bahan yang menghasilkan zat beracun bagi kesehatan lingkungan dan menyebabkan terjadinya pencemaran lingkungan.

3. Limbah Gas

Limbah gas adalah limbah yang memanfaatkan udarasebagai media. Secara alami udara mengandung unsur-unsur kimia seperti O2, N2, NO2, CO2, H2 dll. Penambahan gas keudara yang melampaui kandungan udara alami akanmenurunkan kualitas udara. Limbah gas yang dihasilkan berlebihan dapat mencemari udara serta dapat mengganggukesehatan masyarakat. Zat pencemar melalui udaradiklasifikasikan menjadi dua bagian yaitu partikel dangas. Partikel adalah butiran halus dan masih mungkin terlihat dengan 17mata telanjang seperti uap air, debu, asap, kabut dan fume. Sedangkan pencemaran berbentuk gas hanya dapat dirasakanmelalui penciuman (untuk gas tertentu) ataupun akibat langsung.

Jenis – jenis Limbah Berdasarkan Sumbernya

Selanjutnya yaitu mengetahui jenis limbah berdasarkan sumbernya diantaranya adalah sebagai berikut:

1. Limbah Rumah Tangga

Air Limbah rumah tangga (domestik) merupakan limbah cair hasil buangan dari perumahan (rumah tangga), bangunan perdagangan, perkantoran dan sarana sejenis. Contoh limbah cair domestic adalah air deterjen sisa cucian, air sabun, dan air tinja.

Baca Juga:  Macam Macam Pipet Laboratorium dan Gambarnya

2. Limbah Industri

Limbah industri adalah hasil buangan yang dihasilkan dari setiap macam kegiatan industri. Jenis limbah industri sangat beragam, tergantung dengan produk apa yang dihasilkan. Misalnya dalam industri tekstil, tak hanya terdapat limbah berupa potongan sisa material tetapi juga air buangan dari pewarna kain.

3. Limbah Pertanian

Limbah pertanian diartikan sebagai bahan yang dibuang di sektor pertanianseperti jerami padi, jerami jagung, jerami kedelai, jerami kacang tanah, kotoran ternak, sabut dan tempurung kelapa, dedak padi, dan yang sejenisnya. Limbah pertanian dapat
berbentuk bahan buangan tidak terpakai dan bahan sisa dari hasil pengolahan.

4. Limbah Medis

Limbah medis adalah sisa-sisa produk baik itu biologis maupun non biologis yang dihasilkan oleh rumah sakit, klinik, puskesmas, maupun fasilitas kesehatan lainnya termasuk laboratorium kesehatan. Limbah medis bisa berupa darah, cairan tubuh, tubuh, maupun alat-alat yang sudah terkontaminasi seperti jarum suntik, kain kasa, selang infus, dan lain-lain.

5. Limbah Pertambangan

Limbah tambang adalah buangan atau limbah yang dihasilkan dari suatu proses produksi kegiatan atau perusahaan pertambangan. Limbah tambang masuk kedalam kategori limbah industri, Limbah industri dapat menimbulkan dampak negative apabila jumlah atau konsentrasinya telah melebihi baku mutu lingkungan, saat ini limbah industri menjadi salah satu persoalan serius terutama persoalan pengelolaan limbah. Pengelolaan dan Pengolahan limbah tambang harus ditangani dengan benar supaya tidak menimbulkan bahaya terhadap lingkungan.

6. Limbah Pariwisata

Limbah pariwisata adalah limbah yang berasal dari daerah pariwisata, contohnya seperti asap kendaraan dan oli yang dibuang kapal atau speedboat di kawasan wisata bahari.

Cara Penanganan Limbah

Kita selaku manusia yang salah satunya menyebabkan atau menghasilkan suatu limbah tentunya untuk tetap menjaga kelestarian dan kesehatan lingkungan kita diharuskan untuk tetap menjaga lingkungan kita, lalu langlkah apa saja yang harus kita lakukan khususnya untuk mengatasi limbah. Berikut ini adalah cara mengatasi limbah diantaranya sebagai berikut:

  1. Kurangi penggunaan kantong plastik sekali pakai
  2. Batasi penggunaan deterjen
  3. Daur ulang barang bekas
  4. Hindari penggunaan alat makan sekali pakai
  5. Mengolah sampah organik menjadi kompos
  6. Membatasi penggunaan pendingin ruangan
  7. Hemat dalam penggunaan air
  8. Membuat ecobrick
  9. Memperbanyak tanaman di rumah
  10. Menggunakan pembersih rumah tangga yang ramah lingkungan
  11. Menggunakan kantong plastik berulang
  12. Membatasi konsumsi air kemasan

Nah itulah salah satu tindakan atau langkah untuk meminimalisir adanya limbah, selain langkah diatas tentunya masih banyak lagi langkah yang bisa dilakukan untuk penanganan limbah tersebut, dan untuk pihak industri khususnya untuk penanganan limbah tersebut juga sudah adanya suatu aturan yang ditetapkan oleh pemerintah yaiut oleh DINAS KLHK yakni dinamakan SPARING yaitu Sistem Pemantauan Kualitas Air Limbah secara Terus Menerus dan Dalam Jaringan yang bertujuan untuk memonitor apakah air limbah itu layak untuk di buang ke lingkungan atau tidak layak diakibatkan kandungan limbah yang berbahaya dan akan berpengaruh terhadap lingkungan sekitar.

Untuk menentukan hal tersebut maka diadakanlah suatu sistem yang ditetapkan oleh dinas KLHK bahwa khususnya limbah industri harus mempunyai sistem SPARING yang sudah terintegrasi dengan KLHK.

Dari hal tersebut apakah anda sudah memasang sistem SPARING tersebut? jika anda belum memasangnya silahkan anda konsultasikan kebutuhan anda mengenai sparing via kontak yang tersedia di website ini.

Bagikan ke:

Minta Penawaran Harga dan Spesifikasi

Bagi anda yang ingin mengetahui informasi lebih lanjut terkait informasi penawaran harga dan spesifikasi secara lengkap silahkan klik tombol berikut ini :

Postingan Terbaru

Hubungi Kami

Segera hubungi kami  sekarang juga dengan mengisi formulir berikut atau menghubungi kami melalui informasi kontak berikut:

6281222418207

info@envilife.co.id

Kutawaringin Industrial Park No. 259 Lt. 2 Sukawangi Kaler, Jelegong, Kec. Kutawaringin, Kabupaten Bandung, Jawa Barat 40911

Hubungi Admin dibawah ini untuk mendapatkan penawaran Harga & Spesifikasi lengkap!
//
Admin
081222418207
"Anda akan dialihkan ke WhatsApp dan terhubung dengan Admin. Lihat Informasi kontak lainnya."
Hubungi Kami!