10 Fakta Menarik Tentang Proses IPAL yang Harus Anda Ketahui

oleh | Apr 11, 2023 | IPAL

IPAL adalah singkatan dari Instalasi Pengolahan Air Limbah, yaitu sebuah sistem yang dirancang untuk memproses atau mengolah cairan sisa proses, baik biologis maupun kimiawi, sehingga layak dan aman dibuang ke lingkungan. IPAL sangat penting untuk menjaga kesehatan manusia dan lingkungan dari pencemaran air limbah yang berasal dari berbagai sumber, seperti industri, pabrik, pertanian, dan perkotaan.

Namun, tahukah Anda bahwa ada banyak fakta menarik tentang proses IPAL yang mungkin belum Anda ketahui? Berikut ini adalah 10 fakta menarik tentang proses IPAL yang harus Anda ketahui:

1. Proses IPAL terdiri dari empat tahap utama

Proses IPAL secara umum terdiri dari empat tahap utama, yaitu:

  • Pretreatment, yaitu tahap awal untuk menghilangkan benda-benda besar dan kasar yang terbawa dalam air limbah, seperti sampah, daun, kain perca, botol plastik, dan lain-lain. Tahap ini juga bertujuan untuk mengatur laju aliran air limbah dan menipiskan minyak dan lemak yang ada di permukaan air.
  • Perawatan primer, yaitu tahap untuk mengendapkan partikel-partikel kecil yang masih tersuspensi dalam air limbah dengan menggunakan bak besar atau tangki sedimentasi. Tahap ini juga bertujuan untuk menghilangkan minyak dan lemak yang belum terpisah pada tahap sebelumnya dengan menggunakan skimmer permukaan atau peralatan lainnya.
  • Perawatan sekunder, yaitu tahap untuk menguraikan bahan-bahan organik yang masih tersisa dalam air limbah dengan menggunakan mikroorganisme aerobik atau anaerobik. Tahap ini juga bertujuan untuk menghilangkan nutrien seperti nitrogen dan fosfor yang dapat menyebabkan eutrofikasi di perairan.
  • Perawatan lumpur, yaitu tahap untuk mengolah lumpur yang dihasilkan dari tahap-tahap sebelumnya dengan menggunakan proses seperti pengentalan, pengeringan, stabilisasi, atau pengomposan. Tahap ini juga bertujuan untuk mengurangi volume dan berat lumpur serta menghilangkan bau dan patogen yang ada di dalamnya.

2. Proses IPAL dapat menggunakan teknologi fisika, kimia, atau biologi

Proses IPAL dapat menggunakan berbagai teknologi yang berbeda-beda tergantung pada jenis dan karakteristik air limbah yang akan diolah. Secara garis besar, teknologi IPAL dapat dibagi menjadi tiga kategori, yaitu:

  • Teknologi fisika, yaitu teknologi yang menggunakan prinsip-prinsip fisika seperti gravitasi, filtrasi, koagulasi, flotasi, atau adsorpsi untuk memisahkan bahan-bahan pencemar dari air limbah.
  • Teknologi kimia, yaitu teknologi yang menggunakan reaksi-reaksi kimia seperti oksidasi, reduksi, netralisasi, presipitasi, atau klorinasi untuk mengubah atau menghancurkan bahan-bahan pencemar dalam air limbah.
  • Teknologi biologi, yaitu teknologi yang menggunakan mikroorganisme seperti bakteri, alga, jamur, atau protozoa untuk menguraikan atau menyerap bahan-bahan organik dalam air limbah.

3. Proses IPAL dapat disesuaikan dengan skala dan sumber air limbah

Proses IPAL dapat disesuaikan dengan skala dan sumber air limbah yang akan diolah. Secara sederhana,

  • IPAL komunal adalah IPAL yang dirancang untuk melayani kebutuhan pengolahan air limbah dari banyak orang atau komunitas, seperti perkampungan, perumahan, perkantoran, atau perkotaan.
  • IPAL mandiri adalah IPAL yang dirancang untuk melayani kebutuhan pengolahan air limbah dari satu orang atau satu keluarga, seperti rumah tangga, ruko, atau rukan.

4. Proses IPAL dapat menghasilkan produk-produk yang bermanfaat

Proses IPAL tidak hanya menghasilkan air bersih yang layak dibuang atau digunakan kembali, tetapi juga dapat menghasilkan produk-produk yang bermanfaat bagi manusia dan lingkungan, seperti:

  • Biogas, yaitu gas yang dihasilkan dari proses penguraian anaerobik bahan-bahan organik dalam air limbah. Biogas dapat digunakan sebagai sumber energi alternatif yang ramah lingkungan dan hemat biaya, misalnya untuk memasak, penerangan, atau pembangkit listrik.
  • Pupuk, yaitu bahan yang dihasilkan dari proses pengolahan lumpur yang mengandung nutrien dan bahan organik. Pupuk dapat digunakan untuk meningkatkan kesuburan tanah dan pertumbuhan tanaman, baik untuk pertanian maupun perkebunan.
  • Air baku, yaitu air yang dihasilkan dari proses pengolahan air limbah yang telah memenuhi standar kualitas tertentu. Air baku dapat digunakan untuk berbagai keperluan, seperti irigasi, industri, atau bahkan konsumsi manusia.

5. Proses IPAL memiliki dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan

Proses IPAL memiliki dampak positif bagi lingkungan dan kesehatan manusia, antara lain:

  • Mengurangi pencemaran air, yaitu dengan menghilangkan atau menurunkan kandungan bahan-bahan pencemar dalam air limbah, sehingga tidak merusak ekosistem perairan dan makhluk hidup di dalamnya.
  • Mengurangi emisi gas rumah kaca, yaitu dengan mengubah bahan-bahan organik dalam air limbah menjadi biogas yang dapat dimanfaatkan sebagai energi, sehingga mengurangi penggunaan bahan bakar fosil yang menyebabkan pemanasan global.
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat, yaitu dengan menyediakan air bersih yang dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, seperti minum, mandi, mencuci, atau berkebun. Hal ini dapat meningkatkan kualitas hidup dan kesehatan masyarakat.

6. Proses IPAL memiliki dampak ekonomi bagi industri dan masyarakat

Proses IPAL memiliki dampak ekonomi bagi industri dan masyarakat, antara lain:

  • Menghemat biaya produksi, yaitu dengan mengurangi biaya pembelian air bersih, biaya pembuangan air limbah, biaya perawatan peralatan, dan biaya denda atau sanksi akibat pencemaran lingkungan.
  • Meningkatkan nilai tambah produk, yaitu dengan meningkatkan kualitas produk yang dihasilkan dari proses industri yang menggunakan air bersih dari IPAL, sehingga dapat meningkatkan daya saing dan permintaan pasar.
  • Menciptakan lapangan kerja, yaitu dengan membuka peluang usaha baru yang berkaitan dengan IPAL, seperti penyedia jasa pembuatan, perawatan, atau operasional IPAL, penyedia produk-produk hasil IPAL, atau penyedia pelatihan atau sertifikasi POPAL.

7. Proses IPAL harus sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah

Proses IPAL harus sesuai dengan standar kualitas yang ditetapkan oleh pemerintah dalam hal parameter fisik, kimia, dan biologi air limbah maupun air hasil olahan. Standar kualitas ini tertuang dalam berbagai peraturan perundang-undangan, seperti:

  • Peraturan Pemerintah Nomor 82 Tahun 2001 tentang Pengelolaan Kualitas Air dan Pengendalian Pencemaran Air, yaitu peraturan yang mengatur tentang baku mutu air limbah bagi kegiatan industri tertentu dan baku mutu air hasil olahan bagi kegiatan usaha dan/atau kegiatan masyarakat.
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 5 Tahun 2014 tentang Baku Mutu Air Limbah Domestik, yaitu peraturan yang mengatur tentang baku mutu air limbah domestik yang berasal dari kegiatan rumah tangga dan/atau permukiman.
  • Peraturan Menteri Lingkungan Hidup Nomor 3 Tahun 2014 tentang Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup, yaitu peraturan yang mengatur tentang penilaian kinerja perusahaan dalam pengelolaan lingkungan hidup, termasuk pengelolaan air limbah.

8. Proses IPAL dapat diterapkan di berbagai jenis bangunan dan sektor

Proses IPAL dapat diterapkan di berbagai jenis bangunan dan sektor yang menghasilkan air limbah, baik skala besar maupun kecil. Beberapa contoh bangunan dan sektor yang menggunakan IPAL adalah:

  • Rumah tangga, yaitu bangunan tempat tinggal yang menghasilkan air limbah domestik dari kegiatan sehari-hari, seperti buang air besar atau kecil, mandi, mencuci, atau memasak. Rumah tangga biasanya menggunakan IPAL mandiri berupa septic tank yang berfungsi untuk mengolah limbah kotoran (tinja) dari WC.
  • Rumah sakit, yaitu bangunan yang menyediakan pelayanan kesehatan yang menghasilkan air limbah medis dari kegiatan diagnosis, pengobatan, atau pembedahan. Rumah sakit biasanya menggunakan IPAL khusus yang berfungsi untuk mengolah limbah medis yang mengandung patogen, obat-obatan, atau bahan kimia berbahaya.
  • Industri, yaitu bangunan atau kawasan yang melakukan kegiatan produksi barang atau jasa yang menghasilkan air limbah industri dari proses manufaktur, pertambangan, atau pertanian. Industri biasanya menggunakan IPAL sesuai dengan jenis dan karakteristik air limbah yang dihasilkan, misalnya IPAL fisika, kimia, atau biologi.
  • Perkotaan, yaitu bangunan atau kawasan yang memiliki padat penduduk dan aktivitas yang menghasilkan air limbah perkotaan dari berbagai sumber, seperti rumah tangga, perkantoran, perhotelan, restoran, atau toilet umum. Perkotaan biasanya menggunakan IPAL komunal yang berfungsi untuk melayani kebutuhan pengolahan air limbah dari banyak orang atau komunitas.

9. Proses IPAL memerlukan tenaga ahli yang bersertifikat

Proses IPAL memerlukan tenaga ahli yang bersertifikat untuk menjamin kualitas dan keselamatan pengelolaan air limbah. Tenaga ahli ini disebut sebagai Penanggung Jawab Operasional Pengolahan Air Limbah (POPAL) yang memiliki tugas dan tanggung jawab sebagai berikut:

  • Merencanakan, yaitu membuat rencana operasional pengolahan air limbah sesuai dengan standar dan peraturan yang berlaku.
  • Melaksanakan, yaitu melakukan operasional pengolahan air limbah sesuai dengan rencana yang telah dibuat, termasuk melakukan pengawasan, pemeliharaan, dan perbaikan peralatan IPAL.
  • Mengevaluasi, yaitu melakukan evaluasi terhadap hasil operasional pengolahan air limbah, termasuk melakukan pengujian kualitas air limbah maupun air hasil olahan.
  • Melaporkan, yaitu membuat laporan operasional pengolahan air limbah secara berkala kepada pihak-pihak terkait, seperti pemerintah, masyarakat, atau industri.

Untuk menjadi POPAL, seseorang harus memiliki latar belakang pendidikan minimal SMA/SMK sederajat dan mengikuti pelatihan serta ujian sertifikasi POPAL yang diselenggarakan oleh lembaga-lembaga tertentu.

10. Proses IPAL terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat

Proses IPAL terus berkembang seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan masyarakat akan air bersih dan lingkungan sehat. Beberapa contoh perkembangan IPAL di Indonesia adalah:

  • IPAL modular, yaitu IPAL yang menggunakan sistem modul atau unit-unit terpisah yang dapat disesuaikan dengan kapasitas dan kondisi lapangan. IPAL modular memiliki keunggulan dalam hal fleksibilitas, efisiensi ruang, dan kemudahan instalasi.
  • IPAL ramah lingkungan, yaitu IPAL yang menggunakan teknologi yang ramah lingkungan, seperti biofilter, wetland, atau sistem aerobik. IPAL ramah lingkungan memiliki keunggulan dalam hal efisiensi energi, pengurangan bau, dan peningkatan estetika lingkungan.
  • IPAL berbasis komunitas, yaitu IPAL yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam perencanaan, pembangunan, operasional, dan pemeliharaan IPAL. IPAL berbasis komunitas memiliki keunggulan dalam hal pemberdayaan masyarakat, peningkatan kesadaran lingkungan, dan penghematan biaya.

Demikianlah 10 fakta menarik tentang proses IPAL yang harus Anda ketahui. Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang pentingnya pengelolaan air limbah yang baik dan benar. Jika Anda membutuhkan jasa pembuatan atau perawatan IPAL yang profesional dan berkualitas, Anda dapat menghubungi kami di nomor telepon atau email yang tertera di bawah ini. Kami siap melayani Anda dengan sepenuh hati. Baca juga artikel “5 Alasan Mengapa Anda Harus Memiliki IPAL di Tempat Anda“.

Sumber:

  • https://mutuinstitute.com/post/mengenal-lebih-jauh-tentang-ipal-instalasi-pengolahan-air-limbah-jenis-dan-manfaatnya/
  • https://news.detik.com/berita/d-3442862/baru-13-kota-di-indonesia-yang-miliki-sistem-ipal-berskala-besar
  • https://data.pu.go.id/dataset/instalasi-pengolahan-air-limbah-ipal
Bagikan ke:
× Hubungi Kami!